Langsung ke konten utama

Postingan

Ada Ku adalah Ketidakberdayaan Ku

Aku seperti senja sore yang sangat merindukan mentari pagi Aku selalu berusaha untuk dapat melihat sang fajar di saat saat ketiadaanku Aku tau bahwa inginku hanya sebuah angan semu yang tak akan pernah sekalipun menjadi nyata Sekalipun aku berusaha untuk dapat mensejajarkan ada ku dengan ketiadaan mu, tetap saja aku tidak akan pernah bisa menggapaimu Bisuku adalah satu dari sekian banyak hal yang membuat aku tidak bisa menggapaimu Kemampuanku hanya sebatas mencari cahaya mu ditengah keramaian manusia Dan pada akhirnya hanya akan membuat aku mati di tengah ketidakberdayaanku Dan hilang di tengah kericuhan dunia pagimu Tapi bukan itu maksud ku Bukan untuk membuatmu mau menyadari keberadaanku Inginku hanya untuk menyampaikan bahwa, ada angan semu yang terus aku bisikan kepada Tuhan, berharap suatu saat aku mampu menyapamu di tengah ketidakberdayaanku.
Postingan terbaru

Mati dan Meniada

Waktu mana yang dapat dia berhentikan? Setidaknya sedetik lebih lama sebelum semuanya begitu tidak bisa dipercaya Sebelum akhirnya 'berusaha' adalah kata yang selalu menjadi awal dari semua hal yang akan dilakukan Dan saat dimana sunyi adalah bagian yang tidak lagi terlalu buruk untuk dirasakan sepanjang hari Karena menikmati waktu seperti ini dalam keramayan hanya akan membuatnya lebih tenggelam dan mati Maka menepi dan berhenti adalah cara mencegah semesta menenggelamkan diri seutuhnya. Afifatul Puspita Tigaraksa, Tangerang, Banten.
Sebuah Cinta untuk  Indonesia Ini adalah sebuah cerita tentang Indonesia Terdapat sebuah asa tanpa nyawa di dalamnya Tenggelam dalam kesunyian tanpa suara Sebuah asa yang hanya akan terkubur dalam dada Tanpa pernah berharap akan menjadi nyata Apalagi timbul di hadapan dunia Bukan bermaksud berputus asa Apalagi tak cinta Hanya mencoba melihat sebuah realita Agar tak kan pernah larut dalam khayalan belaka Ini adalah sebuah realita tentang Indonesia Yang terkadang sering kali membuat sesak dalam dada. Sebuah realita yang sangat sulit untuk bisa dipercaya. Tujuh belas agustus seribu sembilan ratus empat puluh lima. Tepat tujuh puluh dua tahun sudah Indonesia Merdeka. Tujuh puluh dua tahun sudah sang garuda mengudara bebas di langit nusantara. Tujuh puluh dua tahun sudah bangsa ini berhasil mengibarkan sang bendera pusaka. Tujuh puluh dua tahun sudah Indonesia terbebas dari luka. Luka yang dapat dirasakan rakyat mulai dari Sumatera hingga Pap...

Siapa Saya

Siapa Saya Nama saya Afifatul Puspita. Anak pertama pasangan seorang wiraswasta dengan seorang pahlawan tanpa tanda jasa. Terlahir disebuah kota pinggiran Jakarta, Bekasi namanya. Manusia biasa dengan banyak cita-cita yang berharap kelak akan menjadi nyata. Hidup dengan bekal terus percaya kepada siapa saja yang dapat saya percaraya, kepada Tuhan salah satunya. Sembilan belas tahun sudah tepatnya. Terhitung sejak seorang wanita berjuang mempertaruhkan sebuah nyawa. Ditengah dilema kehilangan sebuah nyawa, Ia memilih melahirkan seorang anak yang entah akan menjadi seperti apa nantinya. Dan karena keihklasan dan perjuangannya, kini saya bisa terlahir ke dunia. Dunia yang indah katanya. Kata siapa? yang jelas bukan kata saya. Bukan seorang anak pengusaha, atau seorang anak penguasa. Apalagi anak seorang raja. Hanya anak seorang wiraswasta, sederhana namun bersahaja. Manusia biasa dengan cita-cita sederhana, hidup bahagia dengan segala kemelut yang ad...